Eps.1 - Story of the First Ramadan


Bismillah.. Selama 30 hari ke depan, InsyaAllah aku lagi mau coba buat share resume kajian dari kelas yang aku ikuti di Syameela Series Ramadan. Sebetulnya ada 4 kelas dengan tema pembahasan yang berbeda-beda dannn semuanya menarik bgt buat diikuti. Tapi selama 1 bulan ke depan sepertinya aku hanya akan fokus ke pembuatan resume untuk 1 kelas terlebih dahulu yaitu kelasnya Ustadz Edgar Hamas yang bertemakan "Antara Aku, Al-Aqsa, dan Ramadan". Bismillah ya semoga bisa konsisten buat upload di blog ini. Semoga Allah mampukan. 

Resume ini sebetulnya aku tujukan untuk bahan pembelajaranku. Diikhtiarkan untuk mengikat ilmu yang sudah didapat. Pada dasarnya memang aku anaknya seneng aja kalo baca tulisan atau curhatan diri sendiri, jadi disini mungkin resume yang dituangkan akan sedikit belepotan dan tidak begitu rapih, gak sama halnya kayak resume-resume yang aku share di instagram yang memang kalo itu aku tujukan untuk coba memahamkan temen-temen disana, jadi penyajiannya pun cukup matang. Kalau disini kayaknya ngga bakal se-enak dibaca itu. Resumenya aku tulis dgn spontan jadi bagi siapapun yang baca, maaf ya kalau mungkin ada beberapa part yang terlalu bertele-tele atau belepotan. Tapi aku harap siapapun yang berkunjung kesini bisa setidaknya dapat 1 ilmu baru.. Gitu aja deh prolognya, kepanjangan yaa haha. Selamat membacaaa menyala abangkuhh wkw 🔥

Di kajian episode pertama ini, Ustadz Edgar fokus mengisahkan tentang the very first Ramadan dalam sejarah umat Islam yang mana pada saat itu bertepatan dengan momentum besar yang tak terduga yaitu Perang Badar. 

Kebayang gak sih, puasa sambil perang?😩 Apalagi itu bener-bener kali pertamanya Allah mewajibkan umat Islam untuk berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan. Tahun pertama puasa yang mungkin seharusnya jadi momen pengenalan dan penyesuaian, eh ini ternyata Allah menakdirkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat untuk berperang. Ditambahhhh lagiii, pada saat itu kaum muslimin belum ada persiapan untuk berperang menghadapi kafir Quraisy yang secara persiapan udah mateng banget buat berperang. 

Kok bisa gitu?

Ok, let's talk about the story of Badar!

Apa yang membuat Ramadan tahun pertama ini sebagai premis yang menjanjikan, premis yang sangat mindblowing?

Peristiwa Perang Badar ini bisa dibilang unexpected journey yang dialami oleh Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin kala itu. Jadi memang gak pernah terpikirkan juga oleh beliau bahwa akan terjadi perang.

Di luar ekspektasi, karena kala itu beliau sebenarnya mengajak ±313 sahabat untuk mencegat kafilah dagang Abu Sufyan yang telah membawa harta yang dimiliki oleh orang-orang Muhajirin. Jadi, saat itu Rasulullah ﷺ hanya memiliki tujuan untuk mengambil kembali hak orang-orang Muhajirin yang direbut oleh kafilah dagang Abu Sufyan.

Tapi apa yang selanjutnya terjadi?

Qadarullah, ternyata kafilah dagang tersebut mengetahui kalau mereka tengah dikejar oleh kaum muslimin. Abu Sufyan pun akhirnya mengutus seseorang untuk bergegas ke Mekah dan sesampainya disana, utusan tsb menyerukan bahwa kafilah dagang tengah berada dalam kejaran kaum muslimin dan terancam akan dibunuh. Ia menyerukan permintaan tolong untuk menyelamatkan mereka. 

Mendengar berita itu, para kafir Quraisy lantas memberangkatkan 1000 orang pasukan, dengan persiapan dan peralatan terlengkap. Setelah siap, segeralah mereka berangkat untuk melancarkan peperangan terhadap kaum muslimin.

Jadi bisa terbayangkan ya kondisi pada saat itu, kedua belah pihak bertemu di daerah Badar dengan kondisi yang amat berkebalikan. Kaum muslimin dengan kondisi belum ada persiapan karena memang tujuannya hanya untuk mencegat kafilah dagang, sedangkan kaum musyrikin datang dengan persiapan matang dan semangat yang menyala untuk memerangi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Perbandingan mengenai jumlah pasukan dan kesiapan alat tempur yang dimiliki masing-masing kubu seperti berikut:

  • Kaum muslimin, hanya memiliki 2 ekor kuda dan jumlah sahabat yang membersamai Rasulullah ﷺ hanya berjumlah ±313 orang.
  • Kaum musyrikin, memiliki lebih dari 200 ekor kuda serta unta yang sangat banyak yang bahkan saking banyaknya kita bakalan sulit buat menghitungnya. Pasukan yang diberangkatkan berjumlah 1.000 orang dengan perisai dan baju besi yang manteupp. 
Kondisi yang teramat sulit bagi Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin kala itu. Tapiii atas pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala, pada akhirnya di peristiwa bersejarah tersebut, Allah menangkan kaum muslimin atas kaum musyrikin.

Lantas, kamu tau apa yang terjadi selanjutnya?

Yap! SELURUH JAZIRAH ARAB dibuat gempar atas kemenangan kaum muslimin!! Berita kemenangan tersebar luas karena memang pada saat terjadi peperangan terdapat orang-orang Arab Badui yang menyaksikan a.k.a menonton peristiwa itu. 

"Kok bisa menang sih dengan perbandingan jumlah pasukan yang sangat jauh? Ditambah perlengkapan dan kesiapan perang yang sangat jauh dari kata siap"

"Ini ril kah, masa orang-orang hebat Mekah bisa seketika dikalahkan oleh modelan kaum pendatang baru? Mana dedengkot kaum musyrikin kala itu banyak yang metong" 😞👋🏼

Nah, maka dari itulah, peristiwa Perang Badar ini kita kenal juga dengan nama Yaumul Furqan yang berarti hari pembeda. Hari yang membedakan antara kondisi sebelum dan sesudah peperangan terjadi. 

Before Perang Badar, Madinah bisa dikatakan sebagai kota yang dipandang sebelah mata, gak dilirik sama sekali. Nothing lah ya~ tidak dianggap sebagai sebuah wilayah yang powerful. Tapi after Perang Badarrr km harus tauu, Madinah seketika menjadi sorotan oleh kabilah arab.

Mereka bertanya-tanya, " Siapakah orang di balik semua ini?"

"Siapa pemimpin kota ini?"

"Para penduduknya orang-orang seperti apa?"

Itu yang menjadikan kisah ini jadi premis yg menjanjikan. Peristiwa Badar ini mengajarkan bahwa justru Ramadan itu awalnya adalah tentang kemenangan. Maka jadikan diri kita untuk belajar punya mental pemenang dalam Ramadan ini.

Perang Badar ini terjadi di Ramadan pertama (tahun 2 H) yang diijalani oleh kaum muslimin. Itu yang membuat Ramadan pertama umat Islam benar-benar sebuah muqadimah yang menjanjikan, sekaligus besar banget pembelajarannya karena di Ramadan pertama ini Allah langsung tunjukkan kepada kita bahwa Ramadan ini bukanlah bulan untuk mengurangi kegiatan baik, bukan alasan bagi kita untuk lebih banyak tidur atau istirahat.

"Justru ternyata Ramadan pertama dalam sejarah manusia itu adalah kisah tentang kepahlawanan, perjuangan, konsistensi, pengorbanan, dan kemenangan".

 

"Kisah tentang awal Ramadan adalah kisah tentang kemenangan".

Sejarah kita itu dimulai dari tempat sesimpel dan sesederhana Masjid Nabawi. Dan disanalah pula Rasulullah ﷺ pertama kali menjalani Ramadan pertama beliau.

Oh ya, dan sebelum perang terjadi pada saat itu, terdapat sebuah momen yang mengharukan saat Rasulullah ﷺ mengajak para sahabat untuk berdiskusi. Saat itu ada salah seorang sahabat bernama Miqdad bin Amr yang mengatakan seperti ini,
"Wahai Rasulullah, teruslah laksanakan apa yang dititahkan Allah, dn kami akan bersama engkau. Demi Allah, kaki tidak akan berkata seperti apa yang dikatakan Bani Israil kepada Nabi Musa, 'Pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua'. Sedangkan kami akan mengatakan pada engkau, 'Pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah, dan kami ikut berjuang di sampingmu'. Demi Yang Telah mengutus Engkau membawa kebenaran! Seandainya engkau membawa kami melalui lautan lumpur, kami akan berjuang bersamamu dengan tabah hingga mencapai tujuan".

MasyaAllah😭 Kayaknya aku kalo ada di zaman itu juga bakalan se-kayak gitunya deh kalo ngobrol sama Rasulullah😭Kerasa banget menggebu-gebunya. Hmm.. Bpk Miqdad, saya iri saya bilang😌 Jadii makin kangen pengen duduk sama ngobrol bareng Rasulullah di surga ygy:"

Itu sedikit cuplikan kisah tentang Perang Badar yang bertepatan dengan Ramadan tahun pertama dalam sejarah umat muslim.

Kemudian, Ustadz Edgar pun mengisahkan tentang dipilihnya Jazirah Arab sebagai tempat kelahiran Islam. Ini menarik sih.. dan kita masih bahas tentang premis yang menjanjikan seperti di atas, yang bahkan premis ini muncul dari sesuatu yang tidak disangka-sangka. 

Jazirah Arab itu dipilih sama Allah sebagai tempat kelahiran Islam, padahal wilayah ini hanya berisi gurun pasir yang amat gersang. Jadi pada saat itu gak ada potensi atau harapan buat berkembangnya sebuah peradaban. Jazirah Arab ini letaknya ada di tengah bumi, sementara kamu tauu, di timur dan baratnya itu berdiri 2 kerajaan besar. Wilayah timur dikuasai oleh Persia sedangkan wilayah barat dikuasai Romawi. Keduanya saling bersaing selama 6 abad lamanya untuk mendominasi dan mengambil alih kepemimpinan dunia.

Nah premis menjanjikannya disana. Sebuah kisah, awal mula umat yang bangkit dari zero ke hero. Kedua kerajaan tersebut benar-benar berusaha untuk rebutan mendominasi dunia, rapi ada satu wilayah di antara keduanya yang dua imperium besar ini gak mau datang ke tempat ini. Gamaunya ya karena tadi, mereka gak melihat ada potensi kehidupan atau gak terpikirkan bakalan lahir sosok pemimpin dari wilayah itu. Padahalll we can see it now..

Yak begituu gais, bahkan premis pertama peradaban Islam juga menjanjikan, muncul dari sesuatu yang gak pernah disangka-sangka. 

🍨🍧🍭

"Mereka perang sambil puasa kah?😐"

Sebetulnya para sahabat pengen melanjutkan puasanya. Mereka akan tetap menjalankan puasa kalau memang pada saat itu katakanlah Rasulullah gak memerintahkan mereka untuk berbuka puasa sekalipun.

Tapi pada saat itu Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk berbuka puasa. Beliau sangat memahami bahwa pasukan musuh yang sedang dihadapi ini datang di luar perkiraan. Perintah untuk berbuka puasa dimaksudkan agar para sahabat yang ikut berperang memiliki kesiapan jasmani yang fit.

Dari hal tersebut, tindakan Rasulullah ini memberikan kita sinyal dan pemahaman bahwasannya "Islam ini adalah agama yang mudah loh", "Islam bukan agama yang mempersulit umatnya". Allah berikan kita rukhsah dan Allah tuh suka kalau hamba-Nya menggunakan keringanan yang dikasih. 🤍🤍🥹

Komentar