24 + 1 atau X - 1

24 + 1 adalah syukur
X - 1 adalah pengingat


Bertambah satu tahun usia,
berkurang satu tahun jatah umur di dunia.
Caraku membayar setiap helaan napas adalah dengan memastikan hal-hal baik bertambah, dan hal-hal yang kurang baik musnah.


Seminimal-minimalnya,

satu kebaikan mulai tumbuh, dan satu hal kurang baik perlahan luruh.


Menghidupkan jatah waktu yang tersisa, memanfaatkan momen yang tersedia, dan memaksimalkan segala potensi yang ada.


Angka sudah bertambah, kedewasaan harus bertumbuh.

Aku semakin sadar bahwa setiap manusia punya tanggung jawab atas wawasan atau kemampuan yang dimilikinya terhadap lingkungan sekitar. Keahlian atau ilmu bukanlah simpanan pribadi. Ia titipan, yang baru akan bermakna saat dialirkan.


Hidup bukan cuma soal menumpuk apa yang kita tau untuk diri sendiri, tapi bagaimana menjadikannya sesuatu yang bisa dirasakan manfaatnya. Entah itu untuk sedikit meringankan beban, atau sekadar 'mencerahkan' jalan orang lain. Melakukan apa yang kita bisa, sesederhana apapun itu, sejatinya sudah lebih dari cukup.


Sebaik-baiknya titipan adalah yang tersampaikan, dan sebaik-baiknya potensi adalah yang membawa kebermanfaatan.


Maka, aku ingin belajar untuk mulai membuka diri. Meluruhkan batas antara apa yang kupikirkan dan apa yang kubagikan. Membiarkan setiap refleksi menemukan pendengarnya.

Tidak lagi menahan apa yang ada di pikiran, tidak lagi menyimpan apa yang bisa dialirkan.


Ruang ini akan meluas. Bukan sebatas berisi ceritaku, tetapi juga menangkap berbagai sudut pandang dan kisah yang singgah. Lewat tulisan-tulisan sederhana, harapannya bisa menjadi titik temu bagi siapapun yang ternyata sedang membawa perasaan atau kegelisahan yang sama.


Semoga apa yang tertuang nanti, bisa menemukan tujuannya. Entah menjadi perspektif baru bagi yang mencari, atau sekadar teman bicara bagi yang merasa sendiri.


- Banjar, 1 Februari 2026

Komentar