Bicara mengenai Sirah, saya baru mulai memiliki ketertarikan dan memahami urgensi untuk mempelajari Sirah Nabawi pada 2021 lalu. Semakin banyak jumlah buku Sirah yang dibaca, semakin mendalam pula diri ini terhanyut ke dalam kisah-kisah luar biasa Rasulullah dan para sahabat. Tiap kali sedang membacanya, rasanya ingin bersegera menamatkan hingga lembar terakhir untuk kemudian beralih membaca judul buku Sirah lainnya. Maaf jika terkesan berlebihan, tapi sungguh memang secandu itu. Coba saja! Jika sudah berhasil menamatkan 1 buku Sirah Dasar dan kamu betul² memahami isinya, maka setelah itu akan terbersit banyak rasa penasaran untuk mengulik buku Sirah lainnya.
Hal menarik lainnya yang saya rasakan selama perjalanan menggeluti buku Sirah yaitu ketika ada momen dimana diri ini mulai terbawa alur perjalanan tokoh dalam buku. Seketika itu rasanya seolah ingin menjerit, "Ya Allah aku pgn terus hidup abadi". Untuk apa? "Hanya untuk terus menyelami kisah para orang shalih ini Ya Allah". Rasanya tak berhenti dibuat takjub. Seolah selalu disuntikkan semangat baru untuk terus bangkit memperjuangkan mimpi dan menjadi pribadi yang bisa berdikari serta lebih baik lagi dalam memupuk amalan. Juga, tak berhenti pula dibuat iri. Bagaimana bisa ada orang yg diberi kesempatan untuk melihat dan bahkan berinteraksi langsung dengan Rasulullah (???). Dijanjikan surga-Nya pula. Saya iri saya bilangg
Secandu dan sepenting itu menyelami kisah Rasulullah dan para sahabat. Seperti kata Abdullah bin Mas'ud, "Barangsiapa mengikuti, maka hendaklah dia mengikuti orang yang telah meninggal dunia. Sebab orang yang masih hidup tidak aman dari cobaan. Mereka itulah para sahabat Muhammad. Mereka adalah umat yang paling utama, hatinya paling berbakti, ilmunya paling mendalam, bebannya paling sedikit, yang dipilih Allah sebagai pendamping nabi-Nya dan untuk menegakkan agama-Nya. Maka kenalilah keutamaan mereka, ikuti jejak mereka, pegangilah akhlak dan perihidup mereka menurut kesanggupan kalian. Sesungguhnya mereka berada pada petunjuk yang lurus" (Misyatul - Mashabih, 1/32).
Komentar
Posting Komentar